5 Langkah Ampuh agar Kerjasama Usaha Bebas dari Permasalahan Hukum


Saat kita menjalankan suatu usaha, terkadang kita menghadapi permasalahan keterbatasan sumber daya, seperti modal, metode manajerial, pengolahan produksi, pemasaran, dan promosi. Seringkali keterbatasan akan hal-hal ini membuat pengembangan usaha tidak berjalan.

Jika dibiarkan maka pelan-pelan usaha Anda bisa berjalan di tempat atau bahkan terpelanting diterjang tsunami persaingan bisnis.

Tentu Anda tidak ingin hal ini terjadi pada usaha dan bisnis Anda bukan?

Untuk itu Anda dituntut untuk berpikir keras mengatasinya, baik dengan menjalin relasi bisnis maupun kerjasama usaha dengan pihak lain.

Namun, memilih mitra usaha bukanlah hal yang mudah, sim salabim langsung ketemu mitra usaha yang pas dan dapat dipercaya.

Tak jarang para pengusaha mengalami bad ending, dimana mitra usahanya ingkar janji atau wanprestasi. Ngomongnya manis di depan tapi setelah berjalannya waktu hanya menjadi pemberi harapan palsu (PHP).

Bahkan banyak kerjasama usaha yang berujung dengan gugatan dan pertikaian sengit. Semoga kerjasama usaha Anda tidak mengalami hal ini yaa…

Lantas bagaimana cara untuk melindungi kerjasama usaha dari permasalahan hukum?

Sebelum kita lanjutkan jangan lupa diseruput dulu kopinya daripada keburu dingin…

Memang upaya membangun kerjasama usaha merupakan tantangan terbesar bagi sebagian besar pengusaha. Namun, jika berhasil, tentunya akan berimpak masif bagi pengembangan dan kesuksesan usaha Anda. Oleh sebab itu, Anda butuh membaca artikel ini sampai selesai agar kerjasama usaha Anda bisa berhasil cetar membahana.

Disini kita akan mengulik dari tahap awal membangun kerjasama usaha sampai dengan pelaksanaan kerjasama usaha, dengannya semoga dapat membantu agar kerjasama usaha Anda berjalan lancar dan mulus tanpa sandungan permasalahan hukum.

Berikut 5 langkah ampuh yang dapat Anda terapkan untuk membangun kerjasama usaha Anda yang terbebas dari permasalahan hukum :

#1 Identifikasi Calon Mitra Usaha Anda.

Tahap ini sangat penting dan menentukan kesuksesan kerjasama usaha ke depannya. Tujuan dari tahap ini adalah untuk menentukan dan menetapkan identitas para pihak yang akan mengadakan kerjasama usaha.

Selain itu, proses identifikasi ini juga berguna untuk mengetahui apakah calon mitra Anda tersebut cakap atau tidak untuk melakukan perbuatan hukum. Pastikan calon mitra Anda memang pihak yang berwenang untuk mengadakan hubungan kerjasama usaha dengan Anda.

Untuk mengidentifikasi calon mitra usaha Anda, tentunya Anda perlu didukung oleh bukti dokumen yang menunjukkan fakta sebenarnya mengenai calon mitra usaha Anda, bukan hanya sekedar omongan manis dan mengandalkan corporate branding atau personal branding calon mitra usaha Anda.

Sebisa mungkin minta dokumen yang membuktikan track record dan reputasi calon mitra Anda, seperti company profile. Anda juga harus mengecek keabsahan usaha mitra Anda, seperti akta perusahaan dan pengesahannya, serta dokumen perizinan (legalitas) lainnya. Ini sangat bermanfaat agar Anda tidak terjebak kerjasama dengan mitra usaha yang abal-abal.

Penting juga bagi Anda untuk mencari informasi lain terkait calon mitra usaha Anda. Apakah calon mitra usaha Anda tersebut pernah digugat, ingkar janji (wanprestasi) pada pihak lain, atau mempunyai permasalahan hukum terkait perizinan, legalitas usaha atau perpajakan. Informasi ini sangat bermanfaat untuk mengetahui apakah calon mitra usaha Anda memang mempunyai kredibilitas atau sukanya hanya menjadi PHP saja.

#2 Negosiasi.

Setelah Anda selesai mengidentifikasi calon mitra usaha dan yakin akan mengadakan kerjasama usaha, maka tahap selanjutnya adalah negosiasi.

Proses negosiasi adalah sebuah proses komunikasi diantara para pihak yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan. Ini perlu dilakukan untuk menyatukan pandangan terhadap sesuatu hal, karena antara Anda dan calon mitra usaha Anda kemungkinan dilatarbelakangi perbedaan kepentingan.

Sebisa mungkin agar negosiasi dapat menampung semua keinginan dan kepentingan para pihak dan mencapai “win-win”, bukan “win-lose” yang penuh keegoisan.

#3 Penyusunan Memorandum of Understanding (MoU).

Proses identifikasi calon mitra usaha sudah Anda lakukan dengan baik, proses negosiasi sudah mencapai kata sepakat, maka kini saatnya Anda menuangkan kesepakatan tersebut di dalam sebuah MoU.

MoU adalah dokumen nota kesepahaman yang dibuat oleh para pihak sebelum dokumen kontrak dibuat secara lebih rinci.

Penandatanganan MoU mencerminkan komitmen keseriusan para pihak untuk merajut hubungan kerjasama usaha.

#4 Penyusunan Kontrak.

Anda dan mitra usaha Anda telah membuat dan menandatangani sebuah MoU Kerjasama Usaha, kini saatnya menindaklanjuti dengan menyusun sebuah Kontrak Kerjasama Usaha.

Pada dokumen kontrak inilah akan dituangkan secara lebih rinci mengenai kerjasama usaha antara Anda dengan calon mitra usaha Anda.

Kontrak ini memegang peranan yang sangat penting untuk mengantisipasi jika di belakang hari terjadi ingkar janji dari pihak mitra usaha Anda.

Pada tahap penyusunan kontrak ini, perlu dilakukan tukar menukar draf kontrak, ini bertujuan memberikan kesempatan bagi para pihak untuk mempelajari draf kontrak yang telah disusun.

Anda perlu menanyakan hal-hal yang belum jelas di dalam kontrak atau mungkin memasukkan ketentuan-ketentuan yang belum disebutkan di dalam kontrak. Jangan lupa mencantumkan di dalam kontrak mengenai pembagian kerja secara jelas dan detail. Usahakan agar Anda dan mitra usaha Anda telah memahami tanggungjawabnya masing-masing.

Jangan sampai hal-hal yang kurang spesifik tersebut membuat Anda dan mitra usaha Anda menjadi ribut dan berselisih paham ketika kerjasama usaha sudah mulai berjalan. Hal ini akan menimbulkan ketidaknyamanan yang bukan tak mungkin menjadi awal perpecahan dan perselisihan dalam kerjasama usaha yang dirintis.

Sangat penting bagi setiap pengusaha membuat hitam di atas putih, alias kontrak dalam menjalin hubungan kerjasama usaha. Bukan hanya sekedar modal kepercayaan karena mitranya masih ada hubungan saudara atau teman.

Inilah alasan utama kenapa Anda harus membuat kontrak untuk melindungi usaha Anda dari kebangkrutan KLIK DISINI

Dapatkan Template/Draf Kontrak Kerjasama Usaha dan Surat Resmi siap pakai secara GRATIS! DOWNLOAD DISINI

#5 Pelaksanaan Kerjasama Usaha sesuai Kontrak.

Setelah proses identifikasi calon mitra usaha, negosiasi, tanda tangan MoU dan kontrak kerjasama usaha sudah dilakukan dengan baik, maka selamat kini Anda sudah siap melangkah dalam kerjasama usaha.

Agar kerjasama usaha Anda bertahan lama, jangan jadikan uang sebagai satu-satunya motivasi. Kerjasama usaha bukan semata-mata masalah uang. Uang memang penting, tapi uang hanyalah salah satu aspek dari kerjasama usaha. Anda perlu tahu bahwa ada motivasi ekonomi dan nonekonomi yang mendorong suatu kerjasama.

Hal yang tidak boleh Anda lupakan adalah pembagian keuntungan yang telah disepakati didalam kontrak, sehingga tidak ada pihak yang merasa dirugikan.

Jangan pernah melanggar ketentuan di dalam Kontrak. Sebaliknya, Anda harus memenuhi dan melakukan semua ketentuan yang telah disepakati di dalam kontrak kerjasama usaha. Ingat, dalam pasal 1338 KUH Perdata mengatur bahwa segala perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya.

Jika timbul masalah seiring dengan berjalannya kerjasama usaha, utamakanlah penyelesaian masalah dengan cara kekeluargaan atau musyawarah, terlebih lagi klausul ini umumnya tercantum dalam kontrak kerjasama bisnis yang berlaku di Indonesia.

Jangan arogan, sedikit masalah langsung main gugat di pengadilan, bisa hancur berantakan kerjasama usaha yang telah dibangun dengan susah payah.

Jika jalur penyelesaian masalah dengan cara kekeluargaan atau musyawarah sudah ditempuh tapi belum ketemu solusi permasalahan, cobalah menyelesaikan dengan cara mediasi, yaitu menunjuk pihak tertentu yang netral untuk memediasi penyelesaian masalah kerjasama usaha. Pihak ini disebut sebagai mediator. Pastikan Mediator yang ditunjuk mempunyai keahlian dalam memediasi penyelesaian masalah kerjasama usaha.

Demikianlah, lima langkah yang kudu Anda lakukan demi membangun kerjasama usaha yang sukses dan bebas dari permasalahan hukum, yakni :

#1 Identifikasi Calon Mitra Usaha.

#2 Negosiasi.

#3 Penyusunan MoU.

#4 Penyusunan Kontrak.

#5 Pelaksanaan Kerjasama Usaha Sesuai Kontrak.

Semoga bermanfaat

Kalau bermanfaat tolong share yaa… supaya manfaat artikel ini juga dapat dirasakan oleh banyak orang

Terima kasih

Share :
  • 37
    Shares
Be the First to comment.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *