Inilah Alasan Utama Kenapa Anda Harus Memiliki Kontrak Untuk Melindungi Bisnis Anda Dari Kebangkrutan!

Ada banyak hal yang menentukan kesuksesan dalam bisnis diantaranya perencanaan bisnis, riset pasar, penentuan target, marketing, penjualan, pengaturan cash flow, pengelolaan Sumber Daya Manusia dan lain sebagainya.

Berfokus pada hal-hal tersebut memang kudu dilakonkan dengan baik demi kesuksesan sebuah bisnis. Akan tetapi, itu saja tidak cukup, masih ada aspek lain yang tak kalah pentingnya untuk diperhatikan dan dipenuhi jika ingin bisnis Anda sukses dan bertahan lama.

Aspek apakah itu? Sekedar info bahwa ternyata masih banyak Pengusaha yang menganggap bahwa aspek ini tidak diperlukan atau hanya merupakan pelengkap saja. Ironisnya, anggapan itulah yang membuat banyak pengusaha mengalami kerugian, bahkan tidak sedikit yang jatuh kolaps.

Aspek penting ini adalah perlindungan hukum untuk bisnis dan usaha. Bisnis dan hukum merupakan dua bagian yang tidak bisa dipisahkan, bagai sebuah uang koin yang mempunyai dua sisi.

Minggu kemarin saya menonton sebuah video yang sangat inspiratif di youtube, sebuah wawancara pengusaha muda sukses bernama Reiner Rahardja. Pengusaha muda ini ternyata pernah jatuh miskin dan hampir bunuh diri akibat bisnisnya kolaps dan meninggalkan utang milyaran rupiah di usianya yang baru 24 tahun. Wow! Ini benar-benar kejadian yang sangat menggetarkan hati. Mendengarkan kisahnya membuat saya sangat terharu.

Coba bayangkan kalau itu menimpa Anda, kira-kira apa yang Anda lakukan?

Dengan rasa penasaran saya menonton video itu, dan ternyata penyebab kolapsnya perusahaan Reiner Rahardja saat itu adalah kepercayaan 100% pada orang di dalam perusahaan. Orang dekat dan kepercayaannya membawa kabur uang perusahaan, padahal uang itu bersumber dari pinjaman bank. Alhasil perusahaannya kemudian jatuh bangkrut dan menyisakan utang milyaran rupiah.

Pelajaran sangat berharga yang disampaikan beliau adalah jangan percaya 100% pada orang dalam bisnis, sekalipun itu teman dekat, saudara, keluarga, pacar, om atau tante, pokoknya siapa pun itu. Walaupun dia orang baik dan kelihatan punya iman yang kuat, tapi kita tidak tahu sampai dimana titik khilaf seseorang, bisa saja 1 juta, 10 juta, 100 juta, 1 milyar atau mungkin lebih. Setiap orang punya titik khilafnya masing-masing.

Boleh percaya orang 99% tapi 1% nya harus selalu waspada, kita bisa bertanya pada diri sendiri bagaimana kalau dia melakukan ini… bagaimana kalau kejadian seperti itu… bagaimana kalau situasinya seperti ini… dan seterusnya…

Untuk itu, sangat penting bagi setiap pengusaha membuat hitam di atas putih, alias Kontrak dalam menjalin hubungan bisnis dengan mitranya. Bukan hanya sekedar modal kepercayaan karena mitranya masih ada hubungan saudara atau teman.

Ingat, Anda boleh percaya 99% kepada mitra Anda, tapi 1 % nya harus selalu waspada. Untuk 1% ini Anda harus membuat sebuah Kontrak yang bertujuan mengantisipasi jika di belakang hari terjadi ingkar janji.

Lantas, apakah hanya itu saja fungsi Kontrak dalam bisnis?

Sebelum mengulik lebih dalam mengenai fungsi Kontrak dalam bisnis, yuk diseruput dulu kopinya.. hmm… mantap!

Inilah fungsi Kontrak dalam bisnis :

#1 Kontrak berfungsi sebagai hukum atau undang-undang.

Dalam pasal 1338 KUH Perdata menerangkan bahwa segala perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya.

Ini berarti bahwa Kontrak ini berfungsi sebagai hukum yang mengatur bagi para pihak yang membuatnya. Kontrak ini mengatur mengenai hak dan kewajiban para pihak. Sehingga dengan adanya Kontrak maka para pihak terikat dengan ketentuan-ketentuan khusus yang tercantum di dalam kontrak.

Kontrak ini mengatur apa yang boleh dilakukan, apa yang harus dilakukan dan apa yang tidak boleh dilakukan oleh para pihak yang terikat di dalam kontrak. Jadi, masing-masing pihak tidak boleh bertindak seenaknya atau semau gue.

Jika ada pihak yang melanggar ketentuan di dalam Kontrak (bahasa hukumnya disebut Wanprestasi), maka pihak lainnya berhak untuk menuntut pihak yang melanggar tersebut untuk memenuhi Kontrak.

#2 Kontrak berfungsi sebagai alat untuk memantau dan mengontrol.

Dengan adanya Kontrak, maka Anda dengan mudah dapat memantau dan mengontrol apakah mitra Anda telah melakukan apa yang telah dijanjikan atau belum, ataukah malah telah melanggar hal-hal yang telah disepakati di dalam Kontrak.

Jika mitra Anda belum melakukan apa yang telah dijanjikan atau bahkan melanggar hal-hal yang telah disepakati di dalam Kontrak, maka Anda bisa dengan segera memberikan peringatan kepada mitra Anda untuk memenuhi ketentuan dalam Kontrak.

#3 Kontrak berfungsi untuk mencegah timbulnya masalah di kemudian hari.

Dengan adanya Kontrak maka masing-masing pihak dapat mengetahui hak dan kewajibannya, sehingga dapat mendukung kelancaran pelaksanaan suatu hubungan bisnis.

Selain itu, suatu Kontrak yang bagus harus memuat sanksi tertentu bagi pihak yang tidak melaksanakan kewajibannya atau melanggar kontrak. Dengan adanya sanksi ini dapat membuat para pihak menjadi enggan untuk melanggar Kontrak. Hal ini tentu akan mencegah atau meminimalisir timbulnya masalah yang tidak diinginkan di kemudian hari.

#4 Kontrak berfungsi untuk menentukan cara penyelesaian masalah.

Kontrak juga mengatur bagaimana cara penyelesaian masalah yang timbul, misalnya para pihak memilih untuk menyelesaikan masalah dengan cara kekeluargaan dengan musyawarah terlebih dahulu, jika masalah tidak selesai melalui cara kekeluargaan dengan musyawarah, maka para pihak memilih untuk menyelesaikan melalui jalur Pengadilan atau Arbitrase.

Dengan adanya ketentuan ini maka para pihak tidak kebingungan lagi bagaimana cara penyelesaiannya jika terjadi masalah di kemudian hari.

#5 Kontrak berfungsi sebagai alat bukti jika terjadi perselisihan.

Tidak selamanya suatu hubungan bisnis bisa berjalan dengan mulus, sangat mungkin terjadi salah satu pihak atau bahkan kedua belah pihak ingkar janji, tidak melakukan apa yang telah dijanjikannya atau melanggar Kontrak yang telah dibuat. (baca juga artikel bagus tentang “Ingkar Janji Dalam Perjanjian”)

Pada saat terjadi masalah, Kontrak mutlak diperlukan sebagai alat bukti tertulis untuk menggugat mitra Anda yang ingkar janji atau Wanprestasi.

Terdapat 5 alat bukti dalam perkara perdata di Indonesia, salah satunya adalah alat bukti tertulis atau surat (Pasal 164 HIR dan 284 Rbg, serta pasal 1866 BW). Akan tetapi, alat bukti tertulis adalah alat bukti yang paling utama diantara alat bukti lainnya.

Kontrak termasuk sebagai alat bukti tertulis atau surat. Jika Anda mempunyai Kontrak, maka Anda dapat menggunakan Kontrak sebagai alat bukti untuk menggugat mitra Anda yang ingkar janji.

Coba bayangkan kalau Anda tidak punya Kontrak dengan mitra Anda dan hanya mengandalkan kepercayaan 100%. Pada saat mitra Anda ingkar janji, Anda tidak punya Kontrak sebagai alat bukti tertulis, sehingga Anda cuma bisa diam sambil gigit jari karena di PHP-in mitra Anda.

Oleh karena itu, pada saat memulai suatu hubungan bisnis dengan pihak lain, sudah seharusnya Anda memulainya dengan membuat sebuah Kontrak. Kontrak merupakan langkah awal yang sangat penting bagi Anda dalam membangun hubungan bisnis dengan mitra Anda. Demikian fungsi Kontrak dalam bisnis.

Semoga bermanfaat

Kalau bermanfaat tolong share yaa…

Terima kasih

Silahkan isi data berikut untuk mendapatkan konsultasi GRATIS terkait permasalahan hukum dan kontrak dalam usaha dan bisnis Anda

* indicates required
Share :
  • 38
    Shares
Be the First to comment.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *