Takut Rugi karena Penjual Menaikkan Harga Secara Sepihak Dalam Jual Beli? Inilah Cara Mengatasinya


Dalam menjalankan bisnis, kita tidak bisa terlepas dari aktivitas jual beli, baik dalam pembelian bahan baku produk kita, peralatan kantor dan usaha, tanah atau bangunan untuk tempat usaha, maupun pembelian untuk keperluan usaha lainnya.

Apa jadinya jika dalam proses jual beli tersebut timbul masalah? Tentunya ini salah satu momok yang meresahkan hampir seluruh pengusaha.

Coba bayangkan jika hal ini terjadi pada Anda. Contoh jual beli bahan baku, Anda sudah memesan suatu produk sebagai bahan baku utama dalam memproduksi barang yang kelak akan Anda jual ke konsumen.

Awalnya Anda dan supplier sudah sepakat mengenai harga bahan baku tersebut, setelah itu Anda pun diminta untuk melakukan pembayaran uang DP (Down Payment) atau umumnya disebut sebagai uang panjar.

Setelah Anda melakukan pembayaran uang panjar, tak ada angin, tak ada hujan, tiba-tiba supplier menaikkan harga seenaknya tanpa persetujuan Anda. Kenaikan harga tersebut jelas akan merugikan Anda.

Bagaimana tidak, dengan kenaikan harga tersebut bisa membuat modal produksi Anda juga akan meningkat, akibatnya Anda perlu menaikkan harga untuk mempertahankan margin keuntungan Anda. Hasilnya bisa ditebak kenaikan harga tersebut dapat membuat konsumen berpikir kembali untuk membeli produk dari Anda, syukur-syukur kalau konsumen Anda tidak kabur ke kompetitor.

Mungkin Anda ingin membatalkan jual beli tersebut, tapi takut uang panjar yang sudah dibayar melayang dan tidak kembali. Sehingga dengan sangat terpaksa Anda menerima kenaikan harga yang dipatok penjual, walaupun tidak sesuai dengan kesepakatan harga di awal.

Selain itu, mungkin Anda merasa tidak berdaya karena kesepakatan harga di awal dan pembayaran uang panjar tersebut tidak didukung oleh dokumen bukti secara lengkap, seperti tidak ada kontrak jual beli dan kuitansi, mungkin yang ada hanya bukti transfer uang panjar.

Kalau melihat realitas usaha sehari-hari, memang masih banyak pengusaha yang memandang sebelah mata akan perlunya dokumen kontrak. Sehingga, tidak heran kalau mereka tidak membuat dokumen kontrak dalam menjalankan kegiatan usahanya. Setelah ada masalah baru sadar akan arti penting sebuah surat kontrak sambil menangis tersedu-sedu.

Untuk itu artikel ini hadir untuk mengobati keresahan Anda dalam menghadapi penjual atau supplier yang menaikkan harga secara sepihak.

Sebelum kita mengupas tuntas permasalahan tersebut, seperti biasa mari kita nikmati dulu kopi hangat di hari yang cerah ini…

Sebelumnya, perlu kita pahami dulu pengertian jual beli secara hukum yang diatur dalam KUHPerdata, yakni :

Pasal 1457 :

“Jual beli adalah suatu persetujuan dengan mana pihak yang satu mengikatkan dirinya untuk menyerahkan suatu barang, dan pihak yang lain untuk membayar harga yang dijanjikan.”

Pasal 1458 :

“Jual beli dianggap telah terjadi antara kedua belah pihak, segera setelah orang-orang itu mencapai kesepakatan tentang barang tersebut beserta harganya, meskipun barang itu belum diserahkan dan harganya belum dibayar”.

Secara hukum, jual beli telah terjadi apabila penjual menyepakati untuk menyerahkan suatu barang dan pembeli menyepakati untuk membayar harga atas barang tersebut. Cukup terdapat kesepakatan antara penjual dan pembeli mengenai barang dan harganya, walaupun belum terjadi penyerahan barang dan pembayaran.

Jika Anda dan pihak penjual sudah menyepakati di awal mengenai harga atas suatu barang, maka seharusnya harga tersebut yang berlaku dan mengikat antara Anda dengan pihak penjual. Penjual tidak boleh mengubah atau menaikkan harga dengan sesuka hati.

Muncul pertanyaan, bagaimana kalau Anda sudah membayar sejumlah uang panjar, tapi penjual menaikkan harga secara sepihak?

Memang pada dasarnya uang panjar yang sudah Anda bayar tidak boleh ditarik atau dikembalikan, ini diatur pada pada Pasal 1464 KUHPerdata, yakni :

“Jika pembelian dilakukan dengan memberi uang panjar, maka salah satu pihak tak dapat membatalkan pembelian itu dengan menyuruh memiliki atau mengembalikan uang panjarnya”.

Akan tetapi, ini akan berbeda jika Penjual kemudian tidak mematuhi kesepakatan mengenai harga barang. Jika penjual menaikkan harga secara sepihak berarti penjual telah ingkar janji atau wanprestasi.

Dengan terjadinya wanprestasi, Anda dapat saja membatalkan jual beli dan meminta pengembalian uang panjar melalui proses hukum gugatan wanprestasi.

Namun, sebelum menempuh proses hukum gugatan wanprestasi sebaiknya Anda mengirimkan surat somasi terlebih dahulu kepada pihak penjual sampai tiga kali, lebih baik lagi jika disertai dengan proses penyelesaian secara damai. Anda dapat mengundang pihak penjual untuk melakukan pembicaraan secara baik-baik untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Jangan arogan, sedikit-sedikit langsung main gugat di pengadilan, karena biaya di pengadilan tidaklah murah. Apalagi kalau Anda membayar jasa pengacara dengan biaya selangit, bisa-bisa yang terjadi malah Anda tekor. Selain itu, proses di pengadilan juga tidaklah cepat, bisa makan waktu berbulan-bulan, bahkan tahunan.

Jika semua proses sudah Anda lakukan, mulai dari mengirimkan surat somasi sebanyak tiga kali, sampai dengan pembicaraan dengan pihak penjual, tapi belum juga ada penyelesaian. Maka sudah saatnya Anda mengajukan gugatan wanprestasi di pengadilan.

Ada beberapa pilihan gugatan wanprestasi yang dapat Anda layangkan, yaitu :

– Pemenuhan kontrak;

– Pemenuhan kontrak disertai dengan ganti kerugian;

– Pembatalan kontrak;

– Pembatalan kontrak disertai dengan ganti kerugian.

Gugatan wanprestasi ini diatur pada Pasal 1267 KUHPerdata, yakni :

“Pihak yang terhadapnya perikatan tidak dipenuhi, dapat memilih; memaksa pihak yang lain untuk memenuhi persetujuan, jika hal itu masih dapat dilakukan, atau menuntut pembatalan persetujuan, dengan penggantian biaya, kerugian dan bunga.”

Dalam gugatan wanprestasi ini, Anda dapat meminta penggantian biaya, kerugian dan bunga atas uang panjar yang telah Anda bayarkan, ini karena penjual yang menaikkan harga secara sepihak telah mengingkari kesepakatan yang telah dibuat.

Tapi, jangan pernah mengajukan gugatan wanprestasi secara asal-asalan kalau tidak mau boncos, karena keberhasilan gugatan Anda untuk dikabulkan atau tidak oleh hakim sangat bergantung pada pembuktian dan pertimbangan hakim.

Pembuktian memegang peranan yang sangat penting, karena pertimbangan hakim juga sangat bergantung pada pembuktian yang Anda ajukan.

Oleh karena itu, sebelum mengajukan gugatan wanprestasi, pastikan semua dokumen bukti tertulis (surat) sudah lengkap, karena dalam perkara perdata di Indonesia sebuah alat bukti tertulis merupakan alat bukti yang paling utama diantara alat bukti lainnya.

Alat bukti tertulis yang paling Anda butuhkan disini adalah kontrak, dalam hal ini kontrak jual beli. Inilah alasan utama kenapa para pengusaha tidak boleh menyepelekan kontrak dalam menjalankan usahanya.

Secara hukum fungsi kontrak ini sama dengan undang-undang bagi pihak-pihak yang membuatnya, ini diatur pada Ayat (1) Pasal 1338 KUHPerdata, yakni :

“Semua perjanjian yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi mereka yang membuatnya.”

Dengan kata lain, para pihak terikat untuk mematuhi kontrak yang telah mereka buat tersebut. Kontrak ini dapat dipaksakan berlaku melalui pengadilan. Hukum memberikan sanksi terhadap pelaku pelanggar kontrak atau ingkar janji (wanprestasi).

Atas dasar itulah Anda patut berhati-hati jika tidak membuat kontrak, karena sama saja dengan mengizinkan masalah datang sewaktu-waktu menggerogoti dan menghabiskan usaha yang telah Anda perjuangkan dengan cucuran keringat. Anda tidak pernah tahu kapan itu terjadi. Ketika terjadi masalah, siap-siap saja menanggung kerugian yang menyayat hati.

Untuk lebih memahami arti penting sebuah kontrak dalam kesuksesan usaha, Anda perlu membaca artikel menarik, renyah dan bermanfaaat ini : “Inilah Alasan Utama Kenapa Anda Harus Memiliki Kontrak untuk Melindungi Bisnis Anda dari Kebangkrutan!”

Dengan melakukan langkah-langkah di atas, semoga kerugian yang Anda derita bisa segera terobati dengan adanya pembayaran biaya, kerugian dan bunga, ataupun pengembalian uang panjar dari pihak penjual yang sudah wanprestasi.

Semoga bermanfaat

Kalau bermanfaat tolong share ya… supaya manfaat artikel ini dapat dirasakan juga oleh banyak orang

Terima kasih

Share :
Be the First to comment.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *